SEKILAS INFO

      » Perawatan Land Mark “Goa Ndalem” 2017       » Pemaparan APBDesa / RAPBDes Tahun Anggaran 2017       » Pemantauan Realisasi PBB Tahun 2017       » Angkringan bersama PLN di Desa Kebonagung 2017       » Imunisasi MR di TK PKK Desa Kebonagung 2017       » Pelatihan Pengembangan UMKM Di Desa Kebonagung 2017       » Kunjungan BAPEMAS Provinsi Jawa Timur 2017       » Donor Darah Oktober 2017       »       »
Monday, 6 March 2017 - 12:38:26 pm

Profil Desa

Diposting oleh :
Kategori: - Dibaca:

0

kali

Awal Mulanya Nama Desa Kebonagung

Awal mula nama Desa Kebonagung ini dilatar belakangin oleh persawahan yang sangat luas sekali pada masa lampau, sehingga ada diantara masyarakat pada waktu itu ada yang menyebutnya Kebonagung yang berarti pula Kebon Persawahan atau perkebunan dan agung lesar atau luas jadi artinya adalah daerah perkebunan atau persawahan yang luas dan makmur.

Karena banyak sekali orang yang datang kedaerah Kebonagung, hal ini berdampak  multi penafsiran tentang nama Desa pada awalnya. Sehingga dari ke Tempat daerah yang ada latar belakangnya masing-masing ini membawa kesan yang berbeda untuk penyebutan nama desa, ada yang menyebut pesantren, ada yang menyebut orang suren dan ada pula yang menyebut orang pemandean. untuk menyatukan perbedaan perbedaan pendapat ini maka Kyai Jamak Sari atau lebih kita kenal dengan nama Kaki Branti menyetuskan nama desa yaitu Desa Kebonagung. Hal ini didasari oleh banyaknya masyarakat yang bermata pencaharian menjadi petani atau buruh tani, dengan hamparan tanaman Padi yang ada di Desa kebonagung. Maka tidak salah Kaki Branti menamakan desa ini dengan nama desa Kebonagung

Peninggalan sejarah yang terdapat di Desa Kebonagung ini adalah berupa pesaharean Ndalem yang dulunya adalah padepokan yang di bangun oleh Raden Ayu Siti Kalimah dan para cantriknya untuk istirahat. Selain Pesarehan Ndalem terdapat juga  peninggalan sejarah berupa petilasan warokan Walohombo namun kebanyakan orang sering menyebutnya tempat istirahat damar wulan. Akan tetapi dalam melakukan ritual syukuran desa  atau bersih desa hingga sampai sekarang masyarakat Desa Kebonagung masih tetap dipusatkan dipesaharean Ndalem. Ritual bersih desa ini dilaksanakan dengan tujuan meminta atau memohon kepada Tuhan yang maha Esa agar di hindarkan, dijauhkan dari berbagai mala petaka dan menjadi desa yang makmur, sentosa, aman, nyaman, tentram dan damai serta para masyarakatnya menjadi masyarakat yang di kuatakan hatinya baik secara lahir maupun batin. Setelah dilaksanakannya agenda bersih desa ini memanjatkan doa agar desa yang agung ini di berikan berkah yang sangat melimpah ruah, murah pangan, murah sandang dan yang lebih dari itu juga di jadikan desa yang sangat “Gemah Ripah loh Jinawi Kerto Tentrem Raharjo”. Banyak orang yang belum paham akan maksud atau tujuan penyelenggaraan bersih desa ini menyebut orang syirik karena pelaksanaannya dilaksankan di Ndalem. Akan tetapi hajadan bersih desa ini dilakukan untuk menyembah Allah yang maha Esa, Khususnya yang beragama islam di di Desa Kebonagung. Oleh karena itu pesaharean Ndalem ini tidak boleh sembarang orang yang masuk. Seperti orang yang sedang haid dilarang megunjungi pesaharean dhalem ini dan jika kita mengunjungi pesaharean dhalem ini kita tidak boleh melakukan hal yang dilarang oleh agama islam.

(Sumber : Almarhum KH. Abdul Muhid Pempinan Ponpes Darrunajah)

Pimpinan Desa Dari Masa ke Masa :

   1. Karyo Drono : 1924 – 1924
   2. Kasmani : 1924 – 1957
   3. Mansyur : 1957 – 1979
   4. Suparno : 1979 – 1998
   5. Siamun : 1998 – 2007
   6. Supriadi : 2007 – 2013
   7. Atik Minarni : 2013 – Sekarang

 

Share This :